Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label KARYA MURID

Sumpahku Bukanlah Sampah

Karya : Nadya Rifana Derit pintu di tengah sunyi serta hentakan halus berirama yang terdengar saat aku melangkah menuju kursi menyapa pendengaranku. Sang mentari sudah berada cukup tinggi di ufuk timur, kehangatannya mulai menjalar memenuhi ruang kelasku yang kosong dan begitu hening. Kututup mataku, menikmati kicauan burung-burung yang meneduhkan hati. Temanku mulai berdatangan seiring dengan jarum jam yang terus berdentang, menandakan hari semakin siang. " Hey kau, kemari.. " kata salah satu dari sekumpulan anak yang baru saja masuk bersama satu anak lain. Anak yang dipanggil hanya diam dan terus melangkahkan kakinya menuju kursi dan itu membuat kumpulan anak yang memanggilnya geram. Mereka mendekati anak itu lalu salah satu dari mereka mendorong pundaknya agak kasar, " Kau tuli ya? Sudah hitam, pendek, tak berguna hidup lagi! " Aku meringis saat mendengar caci maki yang terlontar dari bibir mereka. Mereka menghina, mengejek. Ejekan karena tak sama. Ejekan kar...

Smak Satya Cendika

Satya Cendika Begitulah namanya dikenal semua Sekolah dimana berjuta murid Menggantung asa Sekolah dimana berjuta murid Meluapkan rasa Sekolah dimana berjuta murid Menanggalkan cerita Ya, itu sekolahku; Almamaterku, Semua bisa bilang sekolah ku ini Tampak biasa saja, Semua bisa bilang sekolah ku ini kurang dikenal, Semua bisa bilang sekolah ku ini kurang istimewa. -Iya emang bener *Ga deng becanda Tetapi, tidak dengan aku. Sekolah ku ini unik, Sekolah ku ini asik, dan Sekolah ku ini menarik. Sekolah yang memang Tuhan takdirkan untukku. Sekolah ini mampu membawaku menggapai asa, Disekolah ini juga aku mendapat banyak cerita Tak peduli seberapa kejam cacian menerpa. Kan kubuktikan kalau cacian itu salah, Bukan maksutku untuk membesarkan namanya; Namun aku hanya menuliskan apa yang kurasa tentang almamaterku ini. Smak Satya Cendika, kan ku cintai kau, selalu. ~~ Sajak ~~ ~~ Enjel ~~ # SMAKSATYACENDIKAJEMBER

Study at Home

Apa kita perlu belajar dari rumah? Ya, tentu sangatlah penting saat ini untuk belajar dari rumah maupun melakukan aktifitas di rumah saja... Karena wabah Covid-19 yang sudah menyebar di berbagai negara juga telah memasuki di negara kita yaitu “ Indonesia ”. Belajar dari rumah mempunyai banyak manfaat yang perlu kita ketahui terutama yaitu : Bebas menentukan jadwal belajar selama dirumah. Lebih cepat memahami materi. Meningkatkan keharmonisan keluarga. 3 Manfaat itu merupakan bagian yang utama dalam belajar di rumah selama masa pandemi ini.  Semoga bermanfaat. ~~ XI IPS ~~ # SMAKSATYACENDIKAJEMBER

Kangen Sekolah

Ini nih gaess.. Karya dari salah satu murid kelas XI IPS..  Hmmm, gambar apa sih itu? Bagi warga Satka pasti sudah tau nih.. Itu adalah sketsa 2 Dimensi yang tampak dari depan kelas ya gaes... Kenapa sih gambarnya begitu? Itu menunjukan betapa siswa Satka sangat mencintai kelasnya dan sangat merawat tumbuhan di depan kelas sehingga ia tumbuh dengan subur dan membuat para siswa sangat nyaman saat berada di depan kelas maupun di dalamnya. Itu saja ya penjelasan dari gambar berikut.. Semoga kalian semua sehat selalu... Amin . ~~ Ana ~~ ~~ XI IPS~~ #SMAKSATYACENDIKAJEMBER

Guru

Guru sekolahku... Orang-orang yang berilmu. Yang penuh semangat menuntunku. Yang tak pernah penat mengajariku. Tanpa mengingat waktu dan peluh mu. Tiada kata Lelah yang kau sampaikan padaku. "SEMANGAT" Kata yang kau berikan padaku. Semua Kau Lakukan demi masa depanku. Guru sekolah ku... Kau ukir terus semangatku.  Kau yakinkan selaiu tekadku.  Agar selalu berpijak pada harapanku. Terimakasih atas jasa dan usaha mu. Engkau panutanku. Engkau contoh pahlawan bangsaku. Engkau batu pijakan dalam setiap harapanku. Doakan aku agar berhasil selalu. Merajut mimpi yang menjunjung hati orang tua ku. Sehingga kelak akan membanggakanmu.  Semoga engkau sehat dan mendapat berkah selalu. Agar terus semangat membimbing generasi bangsamu. ~~ PUISI ~~ ~~ KARYA BY : ~~ ~~ @reyndireasklint ~~

Save the World

Ini dia gaesss... Karya murid dari kelas X IPS... Apakah kalian tau? Apa arti dari gambar berikut? Yuk silahkan dibaca arti dari gambar berikut: Para penghuni bumi harus bersedih dan bersabar karena wabah virus Corona atau Covid-19 yang sedang melanda saat ini dan marilah kita berharap semoga cepat berakhir. Amin. Sekian yaa gaesss...... Jangan lupa tetap stay safe dan tetap stay at home .......... Terima kasih telah mampir...... Semoga anda semua selalu diberkati selalu... Amin amin .... ~~ Daniel Rifo ~~ ~~ X IPS ~~ # SMAKSATYACENDIKAJEMBER

Tanpa Hati

Tanpa Hati Hei ! Manusia tanpa hati ! Bagaimana kabarmu ? Masih sama kah ? Hei ! Biru sudah berubah menjadi kelabu ! Masih kah kau berani menaruh harap ? Masih adakah rasamu itu ? Kau tahu ? Mengapa matematika lebih sulit dari pelajaran sejarah ? Karena pada dasarnya, memperhitungkan masa de pan tak semudah kau mengenang masa lalu Ia bukan Matahari Ia hanya Pelangi Warnanya indah, hanya singgah tugasnya ~~ Nicholas Putra ~~ ~~ X IPS ~~ ~~ Puisi ~~ # SMAKSATYACENDIKAJEMBER

TANGISAN DI UJUNG MUARA

  Sosok hangat dan ceria yang hidup dalam kesederhanaannya, kini menjadi menjadi sosok yang suram. Miren adalah seorang gadis berumur 17 tahun yang cantik yang baik hati dan juga cerdas. Sedari kecil ia hidup dalam keterpurukan dan kemiskinan yang tidak ada ada ujungnya. Beberapa tahun yang lalu sang ayah tewas dalam sebuah insiden kebakaran, semenjak itu penderitaan Miren akan dimulai. Untuk membiayai kehidupan sehari hari, ibu Miren bekerja sebagai tukang pijat. Beliau memiliki paras cantik dan tubuh yang menawan. Suatu hari Miren meminta uang untuk membeli seragam baru kepada ibunya. Akan tetapi ibunya marah dan bersikukuh tidak membelikannya seragam baru.   "Ibu selama 3 tahun ini aku tidak memiliki seragam yang layak untuk digunakan, bahkan semua ini adalah seragam bekas yang dipungut dari jalanan."   "Sampai kapan pun ibu tidak akan membelikanmu seragam baru Miren!! Kita ini miskinnn, untuk makan saja sangat susah!! Uang dari manaa???"   Keduanya saling berdeb...

MEMORI BARU

New Memory Teringat kembali pertemuan itu Saat kami berteman tanpa semu Berharap mimpi kami akan bersatu Di Tempat ini sepanjang waktu Kami bersama menampung ilmu Suka dan duka yang menggebu-gebu Dengan cepatnya itu berlalu Sekian lama melangkah dan menunggu Masing-masing membuka lembaran baru Kini kami sudah jarang bertemu Hingga bangku kami lapuk dan berdebu Membuat kami menyadari sesuatu Kenangan ini tidak akan layu Semua itu akan tertuang dalam buku Meski terlintas dalam kalbu Perpisahan ini terasa semakin pilu Seperti teriris dengan sembilu Namun kami tak akan pernah ragu Kami yakin Satka pasti akan maju Meski tiada kami lagi diambang pintu ~~ Chisana Chece ~~ ~~ XII MIPA ~~ ~~ Sajak ~~ # SMAKSATYACENDIKAJEMBER